Sabtu, 18 Mei 2013

Keragaman Budaya di Indonesia

Istilah budaya berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Buddayah atau Buddhi yang berarti akal budi. Kebudayaan berarti segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi manusia.
Ada tiga bentuk kebudayaan, yaitu :
a.       Kebudayaan dalam bentuk gagasan, antara lain: Ilmu pengetahuan, adat istiadat dan peraturan
b.      Kebudayaan dalam bentuk kebiasaan, antara lain: cara mencari makan (mata pencaharian), tata cara pergaulan, tata cara perkawinan, kesenian, dan bermacam-macam upacara tradisi.
c.       Kebudayaan dalam bentuk benda-benda budaya, antara lain: semua benda yang diciptakan oleh manusia, seperti alat-alat keperluan sehari-hari, rumah, perhiasan, pusaka (senjata), kendaraan, dan lain-lain.
  1. Mengenal Keragaman Bahasa Daerah
Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan bahasa persatuan. Selain bahasa Indonesia kita juga memiliki bahasa daerah. Setiap provinsi atau kabupaten mempunyai bahasa daerah tersendiri. Bahasa daerah sering kali menjadi sumber bahasa Indonesia.
Terdapat lebih dari 660 bahasa daerah yang digunakan oleh penduduk Indonesia. Di Papua terdapat sekitar 250 bahasa daerah yang digunakan sehari-hari. Di Provinsi Maluku terdapat sekitar 233 bahasa daerah, di Sulawesi ada sekitar 105 bahasa.
 Di Kalimantan terdapat 77 bahasa daerah dan 53 bahasa daerah digunakan oleh masyarakat Nusa Tenggara. Di Sumatera terdapat 38 bahasa daerah dan 9 bahasa daerah berkembang di Jawa dan Bali.
Beberapa bahasa daerah yang kita kenal di Indonesia antara lain yaitu : bahasa Jawa, bahasa Minangkabau, bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Madura, bahasa Sasak, bahasa Alor, bahasa Bugis, bahasa Melayu, bahasa Nias, bahasa Mentawai, bahasa Makasar, bahasa Toraja, bahasa Semawa, bahasa Betawi, dll.
Contoh bahasa daerah yang diserap ke dalam bahasa Indonesia misalnya agung, adem, tonton, dan rit berasal dari bahasa Jawa. Akang dan angklung berasal dari bahasa Sunda. A lot, tubruk, tumplek, kelelap, gusur berasal dari bahasa Betawi/Jakarta. Agun (agunan) berasal dari bahasa Minangkabau, dan lain-lain.
  1. Mengenal Keragaman Adat Istiadat/Upacara Adat
Setiap daerah di Indonesia mempunyai upacara adat yang berbeda dengan daerah lain. Upacara adat ini biasanya berkaitan dengan kepercayaan hidup masyarakat setempat. Upacara adat dapat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman. Berikut ini beberapa contoh upacara adat yang ada di Indonesia.
1)      Upacara Wiwit, yaitu upacara adat memohon hasil panen yang baik yang diselenggarakan oleh masyarakat Jawa Tengah.
2)      Upacara Ngaben, yaitu upacara oembakaran mayat oleh suku Bali.
3)      Upacara Kasada, yaitu upacara mempersembahkan sesaji ke kawah Gunung Bromo yang dilakukan oleh masyarakat Tengger, Jawa Timur.
4)      Upacara Ngutang Mayit, yaitu upacara kematian. Dalam upacara ini jenazah dibiarkan di ruang terbuka dengan terlebih dahulu diberi ramuan tertentu  agar tidak menimbulkan bau busuk. Upacara ini diselenggarakan oleh masyarakat Trunyan, di Bali.
5)       Upacara Tindik Telinga, yaitu upacara pemasangan anting-anting oleh suku Dayak di Kalimantan Timur.
6)      Upacara Melarung, yaiu upacara mempersembahkan sesaji kepada Ratu Laut Selatan yang dilakukan sebagian masyarakat Parangtritis, Yogyakarta. 

Upacara Potong Gigi (Suku Bali)
 
  Upacara Ruwatan ( Suku Jawa)

Upacara Seren Taun (Suku Sunda)
  3. Mengenal Keragaman Rumah Adat
Rumah adat adalah rumah asli penduduk atau masyarakat suatu daerah. Setiap Provinsi di Indonesia memiliki rumah adat sendiri-sendiri yang berbeda antara satu dengan yang lain. Hal ini disebabkan karena adat istiadat yang dimiliki oleh masyarakat di setiap provinsi tersebut juga berbeda-beda.
Bentuk rumah adat menunjukan ciri khas kehidupan penduduk di daerah tersebut. Contoh, rumah adat di Kalimantan pada umumnya berbentuk panggung karena masyarakat di pulau tersebut terutama zaman dahulu, banyak yang tinggal di daerah hutan. Untuk mencegah gangguan binatang buas, maka bangunan rumah pun dibuat tinggi seperti panggung.  
Berikut ini beberapa contoh rumah adat di Indonesia
No.
Provinsi
Nama Rumah Adat
1.
Nanggroe Aceh Darussalam
Rumah Aceh
2.
Sumatera Utara
Balai Batak Toba
3.
Sumatera Barat
Rumah Gadang
4.
Riau
Selaso Jatuh Kembar
5.
Jambi
Bubungan Lima
6.
Jawa Tengah
Joglo
7.
Jawa Barat
Kasepuhan
8.
Kalimantan Barat
Rumah Panjang
9.
Kalimantan Timur
Lamin
10.
Sulawesi Selatan
Tongkonan
11.
Bali
Gapura Candi Bentar
12.
NTB
Dalam Loka
13.
NTT
Musalaki
14.
Maluku
Baileo
15.
Papua
Honai


Balai Batak Toba (Sumatera Utara)

Limas (Sumatera Selatan)
Gadang (Sumatera Barat)

Honai (Papua)
4. Mengenal Keragaman Kesenian Daerah

Kesenian daerah adalah segala bentuk karya seni yang berciri khas daerah tertentu. Kesenian daerah dapat berupa tarian, musik, drama, atau kesenian yang lain. Berikut ini beberapa contoh kesenian daerah di Indonesia
 


No.
Provinsi
Tari
Lagu Daerah
1.
Nanggroe Aceh Darussalam
Seudati, Saman, Meusekat, Ular-ular
Piso Surit, Bungong Jeumpa
2.
Bengkulu
Tabot, Madun Kejai, Kumbang Meak, Bungo Gading
Lalan Belek
3.
DKI Jakarta
Topeng, Ondel-Ondel, Yapong, Cokek
Cing Cangkeling, Bubuy Bulan, Manuk Dadali
4.
Yogyakarta
Gambir Anom, Serimpi
Lir-ilir, Suwe Ora Jamu
5.
Jawa Timur
Jaran Kepang, Gandrung Banyuwangi, Ngremo
Karapan sapi
6.
Kalimantan Timur
Ngerangkan, Tobengan Marang
Indung-indung
7.
Bali
Kecak, Janger, Pendet
Meyong-Meyong, Janger Dewa Ayu
8.
Papua
Musyo, Selamat Datang
Apuse, Yamko Rambe Yamko




 5. Mengenal Keragaman Pakaian Adat
Pakaian adat atau pakaian daerah adalah pakaian yang biasa dipakai dalam upacara-upacara adat di di daerah. Model pakaian, warna, dan hiasan antara daerah satu dengan daerah yang lain berbeda-beda. Berikut ini contoh beberapa pakaian adat di Indonesia
 
Pakaian Adat Aceh

Pakaian Adat Jawa tengah

Pakaian Adat Jawa Timur

Pakaian Adat NTT


 6. Mengenal Keragaman Senjata Tradisional


Setiap daerah mempunyai senjata tradisionalnya sendiri - sendiri. Berikut ini beberapa contoh senjata tradisional di Indonesia.
·                     Badik, Golok, Trisula, Keris, dan Tombak sering dipakai orang Betawi
·                     Rencong adalah senjata tradisional dari Aceh
·                     Piso surit adalah senjata tradisisonal dari Sumatera Utara
·                     Kujang adalah senjata tradisional dari Jawa Barat
·                     Keris adalah senjata tradisional dari Jawa
 
Senjata Tradisional Riau (Pedang Jenawi, Badik Tumbuk Lado)

Senjata Tradisional Jawa Tengah (Keris)

Senjata Tradisional Sumatera Barat (Karih, Ruduih, Piarit)
Senjata Tradisional DKI Jakarta (Badik, Parang,Golok)


  7. Mengenal Keragaman Alat Musik Daerah

Alat musik merupakan salah satu hasil karya seni manusia dari daerah. Alat musik di suatu daerah sering disebut alat musik tradisional. Indonesia memiliki beragam alat musik daerah karena setiap daerah mempunyai alat musik khas sendiri. Alat musik tersebut bentuknya beragam. Ada yang terbuat dari kayu, bambu, logam, kulit binatang, dan lain-lain. Ada yang dimainkannya dipetik dan ada pula yang dipukul. Berikut ini beberapa contoh alat musik daerah di Indonesia antara lain kolintang, calung, gamelan, sasando, tifa, rebana, gendang, angklung, dan suling.
Di bawah ini contoh gambar alat musik tradisional di Indonesia








8. Mengenal Keragaman Makanan Khas Daerah
Selain adat istiadat, pakaian adat, rumah adat, dan alat musik daerah ternyata Indonesia juga memiliki keragaman makanan khas daerah. Berikut ini beberapa macam makanan khas daerah yang ada di Indonesia.
a.       Makanan khas orang Betawi antara lain Gado - gado, Ketoprak, Nasi Uduk, dan Kerak Telor.
b.      Masyarakat Maluku memiliki makanan khas yang disebut Dabu dabu Sesi.
c.       Masyarakat Yogyakarta memiliki makanan khas yang disebut Gudeg.
d.      Masyarakat Palembang memiliki makanan khas yang disebut Pempek.
e.       Masyarakat Sumatera Barat memiliki makanan khas yang disebut Rendang.
 
Sikap Menghormati terhadap Budaya di Indonesia
Keragaman budaya Indonesia merupakan kekayaan bangsa Indonesia. Kita pun harus ikut bangga memiliki budaya yang beragam. Perbedaan budaya sebaiknya tidak dijadikan sebagai bahan perselisihan dan pertentangan. Kita hatus bisa menghormati budaya dari daerah lain. Menghormati budaya daerah lain dapat diwujudkan melalui :
a.       Tidak menonjolkan budaya daerah sendiri
b.      Tidak menjelek-jelekkan budaya daerah lain
c.       Mau menikmati pertunjukan budaya daerah lain
d.      Mau belajar budaya daerah lain
e.       Bersikap positif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar